“Sudah siap berangkat?”
“Bentar, lagi ngeringin rambut”
“Duluan aja, aku baru bangun”

Itulah kalimat-kalimat singkat yang biasa muncul di layar blackberry curve kita masing-masing saat matahari sudah mulai nampak dan kita siap menjadi seorang karyawan.

Tito selalu siap dan memulai ngabsen kita setiap paginya. Sedangkan saya selalu menjadi yang paling lelet diantara mereka. Itu karena kosan Akupuntur paling jauh ya. #ngeles.

Pagi ini tidak seperti itu (lagi). Kita sudah dipisahkan oleh surat keputusan dari perusahaan. Kita berbeda Unit Kerja sekarang. Tito dapat tugas dinas di Jogjakarta, Ayu di kantor pusat dan saya…Unit KIT Indramayu.

Walau sebenarnya Saya dan Ayu mungkin bisa saja ke arah terminal masih bareng2 naik Metro 72, tapi perjalanan saya yg masih harus naik Kopaja 19 dan berjalan ke kantor baru, memaksa saya harus lebih pagi untuk berangkat. Dan sendiri sebelum jam 6 Pagi sudah menikmati pagi di dalam Metromini ini.

Tito, Ayu. Terimakasih sudah menjadi teman berkeluh kesah, teman berbagi, teman yang syahdu buat saya. Kalian sudah menjadi ‘sesuatu’ di hati ini. Mungkin kita akan jarang pergi bersama setiap paginya. Pulang kerja bersama, dan wisata kuliner bersama. I’ll be missing those moments.

Walau saya gak bisa nangis seperti Ayu untuk menggambarkan kesedihan, kegundahan dan kekecewaan atas ‘perpisahan’ ini. Tapi yakin deh, someday we’ll have the moment again.

Terukir jejak kaki sepanjang Jakarta Selatan.
Tempat kita meletakan keceriaan, kebahagiaan, kesedihan dan semua warna di kota ini.
Kita yang selalu bersama, kita yang selalu tersenyum dan saling beroptimis.
Kita akan menjadi yang terbaik.
Saat itu, kita tersenyum mengenang semua ini.

Semoga kita mendapatkan yang terbaik dari semua ini. Bisa berkarya lebih baik di Unit Kerja masing-masing.

Nothing is imposible like Tito says for us to be together again.
:)

Terimakasih Tito, Ayu. :)